Spread the love

T-Linku.id, Katibung – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan para petani agar mampu meningkatan nilai tambah dan daya saing hilirisasi pada hasil perkebunan buah pala, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) bersama-sama dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para petani di Lampung Selatan.

Kegiatan Bimtek ini dibuka langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, S.E., yang diselenggarakan di Desa Babatan, Kecamatan Katibung, Kamis (11/1/2023).

Dalam Sambutannya, Sudin menerangkan, jika komoditas pala di Provinsi Lampung memiliki potensi yang cukup besar. Sehingga, menjadi tugas bagi pemerintah daerah untuk bersinergi dalam mempertahankan persediaan dan pengelolaannya.

“Selain lada dan cengkeh, pala menjadi salah satu komoditas rempah yang terdapat di Lampung. Saat ini, terdapat tiga kabupaten yang hasil pertanian buah palanya cukup baik, yaitu Tanggamus, Pesawaran, dan Lampung Selatan,” jelasnya.

Dengan masuknya Lampung Selatan sebagai daerah penghasil pala di lampung, Sudin menginginkan adanya inovasi dari pengolahan buah pala. Hal ini dilakukan guna meningkatkan ragam produk yang dapat dibuat dari buah pala.

“Melalui Bintek ini, semoga nantinya petani pala di Lampung Selatan dapat meningkatkan beragam olahan dari buah pala. Sehingga, nilai jual pala tidak hanya melulu dari bijinya saja, melainkan juga dari daging buahnya,” ujar Sudin.

Sementara itu, dalam sambutan Bupati Lampung Selatan yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum, Muhadi mengatakan, buah pala merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan yang terkenal di Indonesia. Lampung Selatan sendiri telah ditetapkan sebagai daerah penghasil bibit pala sejak 2018 lalu.

“Kabupaten Lampung Selatan sendiri sejak tahun 2018 menjadi salah satu daerah yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian sebagai salah satu daerah penghasil bibit pala, di mana Lokasi pohon induk untuk pembibitan ini berada di Kecamatan Katibung,” jelasnya.

Selain itu, Muhadi juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah memberikan perhatian terhadap perkembangan komoditas buah pala tersebut.

“Untuk mengembangkan bibit pala di Katibung, Pemkab Lampung Selatan melalui Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Lampung Selatan telah memberikan pelatihan kepada para petani sejak tahun 2018,” sambungnya.

Kabar gembira juga disampaikan oleh Muhadi, jika kualitas pala di Katibung ini memiliki kualitas yang sama dengan Pala Banda yang terkenal, dan perkembangan kebun sawitnya sendiri telah mencapai 211 hektar di tahun 2020, dengan hasil produksi mencapai 50,30 Ton di tahun 2022.

Hal ini yang membuat Pemkab Lampung Selatan terus optimis dalam melakukan hilirisasi pala, sehingga dapat dikembangkan sebagai potensi ekspor produk pertanian yang memiliki daya saing di pasaran. Hingga nantinya, usaha ini mampu meningkatkan kesejahteraan para petani di Lampung Selatan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *