Secara Virtual TPID Lampung Selatan Kembali Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2023

0
Spread the love

T-Linku.id, Kalianda – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) secara virtual meeting.

Rakor Pengendalian Inflasi pada minggu ketiga di Bulan Desember diikuti TPID Lampung Selatan melalui aplikasi zoom meeting dari Ruang Kabag Perekonomian Setdakab Lampung Selatan, Senin (18/12/2023).

Mengawali rapat, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro  menyampaikan, kondisi inflasi pada minggu kedua pada bulan Desember tahun 2023.

Posisi inflasi tertinggi pada tingkat Provinsi di Indonesia diduduki oleh Provinsi Lampung di angka 4,10. Kemudian disusul oleh Maluku Utara di angka 3,90 dan Bangka Belitung di angka 3,87.

Sementara itu, pada posisi inflasi terendah diduduki oleh Provinsi Aceh di angka 1,44. Selanjutnya, Papua di angka 1,82 dan Kalimantan Barat di angka 2,1.

“Pemerintah pusat mengucapkan terima kasih kepada atas kerja keras dari rekan-rekan daerah yang konsisten secara terus-menerus untuk mengendalikan inflasi Republik Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Pudji Sumartini menyampaikan mengenai tinjauan inflasi dan indeks perkembangan harga untuk minggu kedua Desember 2023.

Dirinya mengatakan inflasi Desember perlu diwaspadai bersama. Karena berdasarkan data pada beberapa tahun terakhir, yaitu dari 2020 sampai 2022 selalu terjadi kenaikan inflasi di bulan Desember. “Pada tahun 2022 inflasi Desember meningkat 0,66 persen,” ujar Pudji Sumarti.

Pudji Sumartini juga menyampaikan, beberapa komoditas yang berpotensi mengalami inflasi di Desember 2023, yaitu telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, serta beberapa komoditas lainnya.

“Ayam ras kita lihat dari beberapa tahun terakhir dari 2020-2022 terlihat bahwa telur ayam ini selalu terjadi inflasi. Sebagai contoh pada Tahun 2022 pada tahun Desember terjadi inflasi sebesar 2,98 persen sementara di tahun sebelumnya 2,34 persen,” ungkapnya.(Kf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *