Polisi Periksa Pemilik Ponpes dan Pengurus Pencak Silat Kasus Kematian Santri di Lamsel

0
Spread the love

T-Linku.id, Kalianda – Polres Lampung Selatan terus mendalami kematian santri Pondok Pesantren Miftahul Huda 606 yang dikatakan tewas usai mengikuti kegiatan pencak silat. Setelah sebelumnya memeriksa 10 santri, hari ini pemilik ponpes dan pengurus pencak silat diperiksa.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan pemeriksaan terhadap keduanya telah dijadwalkan hari ini.

“Hari ini kami menjadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik Pondok Pesantren Miftahul Huda 606 serta pengurus pencak silat. Kami akan meminta keterangan keduanya terkait peristiwa yang menewaskan korban Muhammad Fiqih dalam kegiatan pencak silat yang berlangsung pada Sabtu (2/3/2024) malam lalu,” kata dia, Rabu (6/3/2024).

Yusriandi menerangkan, pihaknya juga akan meminta keterangan saksi ahli bidang pencak silat.

“Kami juga akan meminta keterangan saksi ahli yang paham dengan bidang pencak silat. Rencananya setelah melakukan proses meminta keterangan dari pemilik ponpes dan pengurus pencak silat,” ungkap dia.

Sebelumnya, Polres Lampung Selatan telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang santri Pondok Pesantren Miftahul Huda 606 Kalianda.

10 santri ini merupakan senior korban yang berada dilokasi kejadian saat peristiwa tersebut terjadi.

Muhammad Fiqih sendiri dinyatakan tewas usai menjalani kegiatan pencak silat dilingkungan ponpes. Dia diduga kuat sempat menerima penganiayaan karena sebelumnya melanggar aturan.

Dalam penyelidikan kasus ini, Polres Lampung Selatan juga telah melakukan proses autopsi yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bob Bazaar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *