Masyarakat Adat Dantaran Pertanyakan Nama Jembatan Way Pisang Yang Diubah Jembatan Way Tanjung Heran

0
Spread the love

T-Linku-id- Penengahan, Masyarakat adat Dantaran pertanyakan Nomenklatur ( Prasasti Proyek ) Jembatan Way Pisang di Desa Tanjung Heran Kecamatan Penengahan Lampung Selatan yang berubah nama menjadi jembatan Way Tanjung Heran. Pengerjaaan Jembatan tersebut dilaksanakan oleh CV.Abadi Karya Pratama dan Konsultan proyek CV.Tunas Nusantara senilai 5,9 Milyar dengan No.kontrak.01/KTR/PBG/JBT/WTH/V.03/V/2023. sumber dana dari Dinas Bina Marga dan Bina kontruksi Provinsi  Lampung.

Kepala Desa Pisang Syahril gani mengatakan nama aliran sungai tersebut dari hulu ke hilir dari dulu adalah Waypisang kenapa setelah adanya pembangunan jembatan ini namanya didalam nomenklatur berubah menjadi Way Tanjung Heran.

“ Ini yang harus diluruskankan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Lampung  untuk mengganti nomenklatur itu yang sekarang jembatan way Tanjung Heran menjadi jembatan Way Pisang karena kita menjaga sejarah terdahulu, masyarakat disini taunya nama aliran sungai itu way pisang,” terangnya

Hal senada dikatakan juga oleh tokoh adat Ruslando yang bergelar Temenggung Tongkok podang, dia merasa keberatan atas digantinya nama aliran sungai itu dan dirinya berharap pihak terkait segera mengganti nomenklatur tersebut, apabila tidak maka masyarakat adat Marga Dantaran akan mendatangi langsung dinas terkait.

“Kita harus menjaga kearifan local jangan sembarangan mengganti nama nama yang sudah dibakukan nenek moyang kita dulu, sebab dari hulu ke hilir nama way pisang masuk di register way pisang bukan register way Tanjung Heran, pihak kecamatan Penengahan harus tanggap dengan persoalan ini,” tukasnya

Sementara Camat Penenghan Jailani .S.STP.MH mengakui bahwa adanya laporan dari masyarakat tentang nomenklatur itu dan pihaknya sudah menindak lanjuti dengan berkomunikasi langsung ke pihak Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi provinsi bahwa nomenklatur tersebut bisa dirubah apabila Tokoh adat setempat bersurat langsung ke Gubernur.

“Penulisan nama tersebut bisa dirubah apabila tokoh adat setempat  menyurati Gubernur Lampung agar merubah nama jembatan itu dari jembatan Way Tanjung Heran menjadi Jembatan way Pisang,” pungkasnya ( Miser )   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *