Spread the love

Kalianda – Warga jalan wayketupak Deea Kedaton Kecamatan Kalianda Lampung Selatan sekira jam 02.20 Wib dikejutkan dengan bunyi alarm yang keras ditengah malam hingga membuat Harly 40) sontak terbangun dari kasur dan melompat terus berlari keluar rumah dan didapati motor yang terparkir diteras samping rumahnya tersebut sudah tergeletak disamping sawah tak jauh dari rumahnya.

Kejadian maling motor yang kali keduanya di jalan wayketupak itu rupanya sang maling tidak berhasil menggasak motor itu karena motor dipasangi alarm sebelumnya sudah di utak atik dulu ama sang maling tapi tidak berhasil.

“Kejadiannya yang saya liat di cctv sekitar pukul 01.40 WIb, motor saya parkir diteras samping rumah, sudah saya kunci stang dan alarm bang, pintu pagar saya gembok juga,” Ungkapnya.

Tapi bukan maling yang ecek ecek ini sambungnya ini sudah profesional bagaimana tidak dari pintu gerbang yang sudah digembok saja mereka hanya tidak sampai lima detik sudah bisa membuka gembok dan membuangnya didepan rumah. Tidak sampai disitu saja pintu gerbang yang kalau dibuka ada suara ini tidak sama sekali.

“Padahal mereka tau kalau ada cctv yang terpasang didepan rumah dan dilihat mereka tapi mereka menghindari cctv dengan beraksi memakai masker serta topi. padahal motor itu saya parkir jauh kesamping rumah bang tidak keliatan dari luar,” terangnya.

Setelah mereka berhasil mengeluarkan motor itu yang masih terkunci stang dengan mengangkat sebelah depan rodanya imbuhnya pelaku dua orang yang terlihat jelas di cctv ini mencoba mengutak atik kabel kuncinya didekat sawah yang tidak jauh dari rumahnya dengan memotong kabel kunci dan disambung lagi.

” Sekira 02;20 Wib saya terbangun dikejutkan dengan alarm moto bunyi , langsung saya keluar rumah saya liat motor sudah tergeletak disamping sawah dan malingnya kabur ngebut bawa motor juga,” ujarnya.

Kalianda ini sudah rawan maling motor bang keluh herly , maling motor sekarang sudah nekat masuk kerumah. Untuk itu saya berharap pihak kepolisian yang jadi babinkamtibmas bisa meminta kepada
Kepala Desa agar mengaktifkan kembali ronda malamnya agar bisa mencegah hal hal serupa terjadi lagi.

” Semoga aja kalau sudah ada ronda malam bisa mengurangi kejadian seruoa karena maling motor ini beraksinya ditengah malam saat kita terlelap tidur, apalagi sekarang ini musim hujan jadi suara suara yang dari luar rumah tidak begitu terdengar,” pungkasnya (Sabda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *