Spread the love

T-Lingku-id, Kalianda – Kolang kaling merupakan biji muda dari buah pohon aren yang sering dijadikan bahan campuran makanan dan minuman.

Buah ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti membantu menjaga kesehatan tubuh, melancarkan sistem pencernaan, mengatasi dehidrasi, mencegah dan mengatasi radang sendi, menjaga daya tahan tubuh, dan membantu menurunkan berat badan.

Pesanan terhadap kolang-kaling di Kabupaten lampung selatan mengalami perubahan yang signifikan pada bulan Ramadhan tahun ini. Permintaan makanan kolang-kaling terus meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut salah seorang perajin Kolang Kaling, Sriyani di Desa Negeri Pandan, Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung selatan, permintaan konsumen kolang-kaling meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, di sisi lain, persediaan buah aren sebagai bahan baku kolang-kaling kian menipis.

Para petani kolang-kaling di Dusun dua way salak Desa Negeri Pandan, Kecamatan Kalianda, mengalami tantangan serius dalam memenuhi pesanan tersebut.

Mereka bahkan sampai keluar kecamatan dan harus melakukan pencarian bahan baku di dalam hutan karena stok buah aren yang biasa mereka manfaatkan telah menipis.

Mereka terpaksa mencari pohon aren dan buah arek di dalam hutan sebagai alternatif.

Sriyani salah satu petani kolang-kaling, menyatakan bahwa bulan Ramadhan merupakan berkah tersendiri baginya.

Dalam bahan baku Biasanya, mereka mampu memenuhi pesanan hingga 2 ton selama bulan puasa, namun kali ini hanya mampu menyediakan 1 ton saja.

Selain itu, masalah lainnya adalah karena buah kolang-kaling yang tersedia masih terlalu muda untuk dipanen.

Menurut Yani, banyak pemesan kolang-kaling yang datang dari luar kecamatan , seperti Penengahan, dan Desa pesugihan, Kekiling, kecapi dan sekitarnya.

Namun, mereka terpaksa menolak sebagian pesanan kalau sipatnya buru buru karena keterbatasan bahan baku dan pengolahan bahan cukup lama yaitu dengan cara direbus lebih dulu selama 2 Jam dengan di bantu 6 karyawan

Namun, ada sisi positifnya, yaitu kenaikan harga kolang-kaling di tingkat petani di Kalianda . Harga yang semula Rp10.000 per kilogram, kini telah naik menjadi Rp15.000 per kilogram/ Karna kami menstabilkan Harga beras Mahal juga

“Yani memperkirakan permintaan akan terus meningkat hingga akhir bulan Ramadhan seiring dengan tingginya konsumsi masyarakat,” katanya.

Kolang-kaling, atau Bahasa lampungnya Kiwol, adalah salah satu bahan yang digunakan dalam pembuatan takjil saat Ramadhan seperti kolak maupun es campur. Oleh karena itu, kolang-kaling diminati oleh masyarakat bawah dan Menengah, berbagai kalangan sebagai hidangan berbuka puasa(Miser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *